Writing Help service for students

Rahasia Mengapa Burung Beo Pintar Meniru Suara Manusia

Seekor burung beo Afrika sempat menjadi saksi dalam sebuah kasus pembunuhan di Amerika Serikat. Si burung meniru suara si korban, seorang suami bernama Martin Duram, pada saat-saat terakhir hidupnya, sebelum ditembak mati istrinya sendiri, Glenna Duram.

“Diam,” kata burung itu dalam sebuah video. “Jangan tembak.”

Meski tak bisa jadi saksi yang memberatkan atau saksi kunci, karena bisa saja si burung meniru dari televisi atau sumber lain, perilaku burung beo yang bisa meniru suara manusia ini menarik. Mengapa burung ini bisa meniru, tak hanya kata-kata dan suara, tapi juga meniru persis suara seseorang?

Melalui beberapa adaptasi, burung beo memang bisa melakukan melakukan pertunjukan vokal ini. Rahasianya ada pada sistem suara sebenarnya pada burung ini.

Burung memproduksi suara dengan sebuah organ yang disebut syrinx, berlokasi di atas paru-paru dalam sistem pernafasannya. “Satu set otot yang rumit mengelilingi syrinx dari beo,” kata Irene Pepperberg, peneliti di Universitas Harvard, seperti dikutip Live Science.

Pepperberg terkenal pada penelitiannya mengenai komunikasi dan kognisi pada burung beo. Alex, burung beo Afrika warna abu-abu miliknya, yang mati pada 2007, bisa mengucapkan lebih dari 100 kata dan bahkan menciptakan kata unik miliknya.

Menurut Pepperberg, otot rumit itu membuat beo bisa mengontrol suara yang diproduksi. Berbeda dengan burung kebanyakan.

Beo juga bisa menggunakan lidahnya dan buka-tutup paruhnya untuk mengontrol suara, seperti halnya manusia menggunakan lidah dan mulutnya untuk bicara.

Beo juga agak berusaha untuk menghasilkan suara yang diproduksi dengan bantuan bibir atau gigi, seperti “buh”, “Puh”, atau “La”. Mereka menggunakan kerongkongan untuk seperti bersendawa untuk memproduksi suara P dan B. Lalu beo akan menekan lidah terhadap paru untuk memproduksi suara L.

Burung juga bisa meniru nada dan suara manusia. Alex misalnya, bisa bersuara seperti Pepperberg ketika bicara. Beberapa burung yang dipelihara pasangan suami-istri bisa meniru suara si suami atau istri.

Adaptasi lain yang membuat beo sangat hebat dalam meniru adalah hasil kognitif. Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan di jurnal PLOS One mendapati bahwa beo punya nuclei atau sekumpulan materi abu-abu di otaknya, yang seperti nuclei yang menghasilkan vokalisasi pada burung bernyanyi.

Namun, pada beo ada tambahan “cangkang luar” pada nuclei-nya. Jaringan yang berevolusi setidaknya 29 juta tahun lalu, memainkan peran penting pada kemampuan beo meniru vokal dan suara. Nuclei tambahan ini berkembang baik pada peniru terbaik, seperti beo Afrika.

Kalau di alam liar, burung beo menggunakan kemampuan vokalnya untuk mencari pasangan. Dengan kemampuan mempelajari suara baru selama hidupnya, membantu beo menemukan pasangan baru jika pasangan lama mati. Bahkan, dengan kemampuan itu, beo bisa beradaptasi dengan kawanan baru, sebab tiap kawanan punya dialek yang berbeda untuk memanggil atau bernyanyi.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of